Sains & Riset

Kenali Apa Itu Sindrom Nyeri Regional Kompleks? Ini Faktor Risikonya

Kenali Apa Itu Sindrom Nyeri Regional Kompleks

MILEZONE.ID – Mengidap penyakit langka memang meresahkan. Apalagi belum ada obat pasti yang bisa menyembuhkan penyakit tersebut.

Salah satunya adalah sindrom nyeri regional kompleks (complex regional pain syndrome/CRPS).

Sindrom nyeri regional kompleks adalah bentuk sakit kronis yang tidak lazim yang biasanya mempengaruhi lengan atau kaki.

Sindrom nyeri regional kompleks biasanya berkembang setelah cedera, operasi, stroke atau serangan jantung, tetapi rasa sakit yang tak terkira pada saat awal.

Penyebab sindrom nyeri regional kompleks tidak diketahui secara jelas. Pengobatan untuk sindrom nyeri regional kompleks paling efektif ketika mulai diawal.

Dalam kasus tersebut, perbaikan dan bahkan penyembuhan bisa terjadi.

Kenali Apa Itu Sindrom Nyeri Regional Kompleks?
Ilustrasi. Penyebab sindrom nyeri regional kompleks tidak diketahui secara jelas. (Foto: Medical Daily)

Seorang gadis berusia 10 tahun di Australia, Bella Macey telah didiagnosis menderita sindrom nyeri regional kompleks yang menimbulkan rasa sakit luar biasa di bagian kaki kanannya.

Kondisi ini dipicu oleh infeksi pada kaki kanannya saat liburan keluarga di Fiji.

CRPS telah memaksa Macey terbaring di tempat tidur. Dia tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari karena mengalami rasa sakit yang menyiksa.

“Rasanya perih dan seperti terbakar, semuanya terasa menyiksa. Rasa sakit yang berbeda (yang) saya tidak pernah rasakan dan terjadi. Saya tidak bisa mandi bahkan dengan mengusapkan tisu sekalipun, kamu tidak bisa menyentuhku dengan cara apa pun, kalau tidak aku akan berteriak,” kata Macey, dilansir dari Medical Daily, Rabu (19/7/2023).

Apa itu sindrom nyeri regional kompleks?

CRPS adalah suatu kondisi yang menyebabkan nyeri kronis yang biasanya berkembang setelah cedera, operasi, stroke, atau serangan jantung.

Penyebab pasti dari kondisi langka ini tidak diketahui. Dalam kebanyakan kasus, CRPS terjadi akibat trauma saraf atau cedera pada anggota tubuh yang terkena.

Gejala CRPS bervariasi. Paling sering, kondisi ini dimulai dengan nyeri berdenyut, bengkak, kemerahan, perubahan suhu dan hipersensitivitas pada lengan, tungkai, tangan atau kaki.

Pada beberapa orang, tanda dan gejala CRPS dapat hilang dengan sendirinya.

Di tempat lain, kondisinya menjadi tidak dapat diubah setelah warna dan tekstur kulit, rambut dan kuku berubah, dan pasien menderita gejala seperti kejang otot dan pengencangan.

CRPS adalah kondisi yang relatif langka yang lebih sering menyerang orang dewasa daripada anak-anak. Sekitar 200.000 orang menderita kondisi ini setiap tahun di Amerika Serikat (AS).

Kenali Apa Itu Sindrom Nyeri Regional Kompleks
Sindrom nyeri regional kompleks adalah kondisi yang relatif langka yang lebih sering menyerang orang dewasa daripada anak-anak. (Foto: Istimewa)

Ada dua jenis CRPS:

– CRPS tipe I terjadi tanpa kerusakan saraf setelah sakit atau cedera. Ini juga dikenal sebagai distrofi simpatik refleks.

– CRPS tipe II terjadi setelah kerusakan saraf. Kondisi ini juga dikenal sebagai kausalgia.

Faktor risiko yang meningkatkan risiko CRPS:

– Kesehatan saraf yang buruk: Kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes dan neuropati perifer serta kebiasaan gaya hidup seperti merokok meningkatkan kerusakan saraf dan risiko pengembangan CRPS.

– Masalah sistem kekebalan: Penyakit autoimun dan orang dengan penyakit radang lainnya berisiko tinggi terhadap CRPS.

– Genetika: Para peneliti percaya bahwa meskipun jarang, gen memengaruhi kemampuan seseorang untuk pulih dari cedera.

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *