JAKARTA — Toshifumi Suzuki, sosok kunci di balik kesuksesan global jaringan ritel 7-Eleven, meninggal dunia pada 18 Mei 2026 di Tokyo, Jepang. Ia wafat dalam usia 93 tahun akibat gagal jantung, sebagaimana dikonfirmasi oleh Seven & i Holdings.
Suzuki dikenal luas sebagai pionir industri convenience store di Jepang. Ia berperan besar membawa konsep 7-Eleven dari Amerika Serikat ke Jepang pada 1970-an, dan kemudian mengembangkannya menjadi model bisnis ritel modern yang mendunia.
Karier Suzuki di dunia ritel dimulai saat bergabung dengan Ito-Yokado pada 1963. Terobosan besarnya datang pada 1973 ketika ia menjalin kerja sama dengan Southland Corporation, pemilik merek 7-Eleven asal AS. Setahun kemudian, gerai pertama 7-Eleven Jepang resmi dibuka di Tokyo.
Di bawah kepemimpinannya sebagai CEO Seven-Eleven Japan sejak 1978, Suzuki tidak hanya memperluas jaringan toko, tetapi juga mengubah cara operasional ritel. Ia memperkenalkan sistem berbasis data untuk mengelola stok barang secara presisi serta menyesuaikan produk dengan kebutuhan konsumen lokal.
Konsep “konbini” atau convenience store di Jepang pun berkembang pesat. Toko-toko 7-Eleven tidak hanya menjual makanan dan minuman, tetapi juga menyediakan layanan seperti pembayaran tagihan, ATM, hingga makanan siap saji berkualitas tinggi seperti bento.
Kesuksesan ini membuat Seven-Eleven Jepang justru mengambil alih perusahaan induknya di Amerika Serikat. Dari sekadar lisensi, bisnis ini berkembang menjadi jaringan convenience store terbesar di dunia dengan puluhan ribu gerai di berbagai negara.
Meski sempat mundur dari jabatan CEO dan Chairman Seven & i Holdings pada 2016 akibat konflik internal, Suzuki tetap menjadi figur penting di perusahaan sebagai penasihat hingga akhir hayatnya.
Warisan Suzuki dalam industri ritel global dinilai sangat besar. Pendekatannya terhadap efisiensi distribusi, analisis data, dan fokus pada kebutuhan konsumen telah menjadi standar baru dalam bisnis ritel modern.
Upacara pemakaman Suzuki dilaksanakan secara tertutup dan hanya dihadiri oleh keluarga dekat, menurut pernyataan resmi perusahaan.






