Hardnews

Kemnaker Jadi Pilot Project Satu Data Indonesia, Begini Kata Wamenaker Afriansyah

Kemnaker Jadi Pilot Project Satu Data Indonesia

MILEZONE.ID – Dalam menciptakan ekosistem satu data ketenagakerjaan yang saling terintegrasi antara pusat dan daerah, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggelar Forum Satu Data Ketenagakerjaan, dengan mengusung tema “Ayo Bersama Kita Wujudkan SDK yang Berkualitas”, di Jakarta, pada Kamis (2/11/2023).

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor saat membuka forum tersebut mengatakan, prinsip Satu Data merupakan satu hal yang krusial dalam meningkatkan kualitas data, tidak hanya untuk Indonesia bahkan seluruh dunia.

Disebutkan Afriansyah, kualitas data sangat ditentukan oleh beberapa faktor, di antaranya SDM yang berkeahlian khusus dalam bidang data dan informasi, manajemen data, infrastruktur, serta willingness and awareness terhadap data.

“Semuanya memiliki keterkaitan satu sama lain. Sinergitas dengan seluruh entitas tersebut dapat mendukung implementasi kebijakan satu data serta ekosistem digital,” ujar Afriansyah.

Dia menambahkan, pihaknya menjadi institusi pemerintah yang dipilih oleh Tim Satu Data Indonesia sebagai pilot project pada Pendampingan Fase 1 terhadap Pemenuhan Prinsip Satu Data Indonesia (SDI).

Pemenuhan prinsip satu data yang dilakukan Kemnaker pada 2022 dinilai sebagai yang tertinggi, dengan menyediakan 46 persen data Prioritas Ketenagakerjaan yang telah memenuhi prinsip SDI, dan di tahun 2023 ini diharapkan akan mengalami peningkatan menjadi 100 persen.

“Setiap penetapan kebijakan dan regulasi di bidang ketenagakerjaan harus didukung data yang berkualitas dan akurat, sehingga memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” imbuh Afriansyah.

Disebutkannya, data yang berkualitas, valid, akurat, terpadu akan dapat dipertanggungjawabkan jika ada sinergi dan kolaborasi dari semua pihak yang terlibat.

“Keterlibatan semua pihak yang terlibat dalam urusan ketenagakerjaan, tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pengelolaan data di semua level,” tukas Afriansyah.

Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *