Hardnews

BNPB Jajaki Kolaborasi dengan Undip untuk Pengembangan Teknologi Penanggulangan Bencana

Jakarta,Milezone.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali menjajaki kolaborasi dengan Universitas Diponegoro (Undip) dalam pengembangan riset, teknologi, dan inovasi penanggulangan bencana. Penjajakan kerja sama tersebut berlangsung dalam audiensi civitas akademika Undip di Graha BNPB, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (7/5).

Dalam audiensi tersebut, Rektor Undip Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., memperkenalkan sejumlah hasil riset dan inovasi karya mahasiswa yang berpotensi mendukung penanggulangan bencana. Salah satu inovasi yang dipresentasikan adalah robot serangga hibrida untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan korban bencana.

Robot hibrida tersebut memanfaatkan kecoa madagaskar yang memiliki ukuran tubuh lebih besar dibandingkan kecoa pada umumnya. Serangga itu dipasangi perangkat khusus berupa rangkaian _printed circuit board (PCB)_ yang dilengkapi antena, sensor, kamera pendeteksi objek manusia maupun hewan, kamera pendeteksi panas, serta sistem _microcontroller_.

Perangkat yang dipasang pada bagian punggung kecoa mampu mengirimkan data visual ke komputer terkait kondisi medan atau rintangan di ruang sempit dan minim cahaya, seperti reruntuhan bangunan akibat gempa bumi. Secara navigasi, robot serangga tersebut dapat dikendalikan secara otomatis untuk bergerak maju, berbelok ke kanan maupun kiri, atau bergerak secara alami mengikuti kondisi di lapangan.

Di sela audiensi, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., turut melihat simulasi dan cara kerja robot kecoa hibrida yang telah meraih sejumlah penghargaan sains internasional. Menurut Suharyanto, inovasi karya anak bangsa tersebut patut diapresiasi dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut sesuai kebutuhan operasi di lapangan.

Terkait pemanfaatan robot hibrida untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan, Kepala BNPB menyampaikan akan berkoordinasi dengan Basarnas guna membahas peluang penggunaan teknologi tersebut dalam operasi _Search and Rescue (SAR)_, khususnya untuk menjangkau area reruntuhan yang sulit diakses manusia maupun peralatan konvensional.

“BNPB dan Basarnas pada dasarnya memiliki tugas yang saling berkaitan. Nanti saya akan menghubungi Kepala Basarnas untuk membahas pemanfaatan hasil penemuan adik-adik mahasiswa ini dalam operasi pencarian dan pertolongan. Jika nantinya disepakati, BNPB siap mendukung dari sisi pendanaan,” ujar Suharyanto.

Selain robot hibrida, Undip juga memperkenalkan inovasi lain berupa kursi bersalin portabel serta produk makanan pendamping ASI (MPASI) bergizi untuk mendukung penanganan stunting dan kebutuhan pangan saat tanggap darurat bencana.

Kursi bersalin portabel tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan pelayanan persalinan darurat bagi masyarakat terdampak bencana, khususnya di lokasi pengungsian atau wilayah yang sulit menjangkau fasilitas kesehatan. Sementara itu, produk MPASI bernama Nutri Sun D3 dikembangkan sebagai makanan pendukung dengan kandungan gizi yang ditujukan bagi bayi dan balita selama berada di pengungsian.

Kepala BNPB menyambut baik kedua inovasi tersebut. Menurutnya, dukungan logistik pangan dalam penanganan darurat selama ini masih didominasi makanan siap saji untuk anak-anak hingga orang dewasa, sehingga inovasi MPASI bergizi dinilai dapat menjadi solusi dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi bayi, balita, serta ibu hamil di lokasi terdampak bencana.

“Saya rasa ini dapat menjawab kebutuhan yang selama ini masih menjadi tantangan di lapangan. Produk makanan siap saji yang tersedia umumnya menyasar kebutuhan anak hingga orang dewasa. MPASI ini dapat dikembangkan lebih lanjut, termasuk terkait legalitas dan izin edar. Jika nantinya memenuhi ketentuan, produk ini dapat diusulkan masuk ke dalam e-katalog Kedeputian Bidang Logistik dan Peralatan BNPB,” kata Suharyanto.

Audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan kolaborasi antara BNPB dan perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi teknologi yang mendukung penanggulangan bencana. Ini merupakan kali kedua BNPB menjajaki kerja sama dengan Undip dalam penanganan kebencanaan. Sebelumnya, Undip turut mendukung upaya pemulihan bencana hidrometeorologi akibat Siklon Tropis Senyar di Aceh pada akhir November 2025 melalui penyediaan teknologi _water treatment_ untuk mengubah air keruh menjadi air bersih layak konsumsi.

“Saya sangat percaya Undip memiliki mahasiswa-mahasiswa yang kompeten. Sebelumnya kita juga bekerja sama dengan Undip dalam penyediaan alat penjernih air bagi warga terdampak banjir di Aceh,” pungkas Suharyanto.(Red)

 

 

 

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *