Hardnews

Menlu Retno Kecewa DK PBB Gagal Adopsi Gencatan Senjata di Gaza Gegara Veto AS

Menlu Retno Kecewa DK PBB Gagal Adopsi Gencatan Senjata di Gaza Gegara Veto AS

MILEZONE.ID – Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menyesalkan kegagalan diadopsinya gencatan senjata di Gaza oleh Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kondisi tersebut terjadi karena adanya veto dari negara Amerika Serikat (AS).

“Saya sangat menyesalkan kegagalan Dewan Keamanan dalam mengadopsi gencatan senjata kemanusiaan di Gaza meskipun lebih dari 102 negara, termasuk Indonesia, ikut mensponsori resolusi tersebut,” tulis Menlu Retno dalam akun media sosial X (Twitter), dikutip pada Sabtu (9/12/2023).

Komunitas global, lanjut dia, tidak bisa bergantung pada beberapa negara terkait masalah ini. “Komunitas global tidak bisa terus bergantung pada beberapa negara dan menyaksikan tanpa daya kekejaman dan pembunuhan terhadap perempuan dan anak-anak di Gaza,” tambah Menlu Retno.

Seperti dilansir dari The Associated Press (AP), AS memveto resolusi DK PBB pada Jumat (8/12/2023) yang didukung hampir seluruh anggota DK dan banyak negara lain yang menuntut gencatan senjata segera di Gaza, di mana warga sipil Palestina menghadapi apa yang disebut Sekertaris Jenderal (Sekjen) PBB sebagai “mimpi buruk kemanusiaan”.

Wakil Duta Besar AS Robert Wood mengkritik DK PBB setelah pemungutan suara karena kegagalannya mengutuk pembantaian kelompok militan Palestina Hamas pada 7 Oktober di wilayah Israel. Hamas disebutkan telah membunuh sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, dan menyandera sekitar 240 lainnya.

Wood juga mengkritik DK PBB karena tidak mengakui hak Israel untuk membela diri. Dia menambahkan resolusi tersebut “berbeda dari kenyataan” dan “tidak akan membawa kemajuan di lapangan”.

Wood menyatakan, menghentikan aksi militer akan memungkinkan Hamas untuk terus memerintah Gaza dan “hanya menanam benih untuk perang berikutnya”.

Dia menyerang para pendukung resolusi, mengkritik mereka karena terburu-buru mewujudkannya dan tidak mengubah seruan gencatan senjata tanpa syarat. “Meski Amerika Serikat sangat mendukung perdamaian yang langgeng, di mana baik Israel maupun Palestina dapat hidup dalam damai dan aman, kami tidak mendukung seruan untuk segera melakukan gencatan senjata,” tukas Wood.

Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *