Sosial & Lingkungan

Kapolri Siap Dukung Konversi Kendaraan Listrik

Kapolri Siap Dukung Konversi Kendaraan Listrik

MILEZONE.ID – Pemerintah resmi membuka Gelar Konversi Sepeda Motor Listrik.

Pembukaan Gelar Konversi Sepeda Motor Listrik itu dihelat di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada Jumat (28/7/2023).

Hadir dalam kesempatan itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), serta Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Program konversi sepeda motor Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi sepeda motor listrik merupakan kegiatan konkrit program transisi energi dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia di tahun 2060 atau lebih cepat.

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengucapakan Selamat kepada seluruh jajaran Kementerian ESDM yang secara perdana telah merilis konversi kendaraan berbahan fosil menjadi listrik.

“Tentunya yang pertama saya mengucapkan selamat kepada Menteri ESDM dan seluruh jajaran yang hari ini telah me-launching konversi perdana dari kendaraan dengan berbahan bakar fosil menjadi kendaraan berbahan bakar listrik,” ujar Kapolri, dikutip Sabtu (29/7/2023).

Dia menegaskan, Polri akan mendukung dari sisi administrasi. Sehingga, kemudian seluruh program yang menjadi kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat berjalan dengan aman dan lancar.

“Tentu kita semua wajib agar mengawal proses ini semua bisa berjalan dengan baik. Sekali lagi selamat, terima kasih,” kata Kapolri.

Kapolri Siap Dukung Konversi Kendaraan Listrik
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengatakan semua wajib agar mengawal proses konversi kendaraan listrik. (Foto: Istimewa/Kementerian ESDM)

Sementara itu, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, Indonesia perlu melakukan konversi sepeda motor listrik, mengingat populasinya yang sangat besar, mencapai 120 juta unit di seluruh Indonesia.

“Indonesia perlu melakukan konversi ini, kami di Kementerian ESDM dan Kementerian Perhubungan berfokus terhadap kendaraan motor bakar roda dua yang populasinya lebih dari 120 juta lebih dengan tren pertumbuhan menunjukan 5-6 persen setiap tahun,” jelas Arifin.

Dia berharap ke depannya Indonesia akan memiliki industri motor listrik sendiri. Karena Indonesia telah memiliki sumber daya alam yang menjadi bahan pembuatan baterai. Arifin juga menginginkan adanya ekosistem kendaraan listrik.

“Pasti akan ada wiraswasta yang akan memanfaatkan sumber-sumber energi kita. Bagaimana kita bisa merakit baterai, bagaimana kita merakit motor listrik. Akan ada industri casis baru, kita punya industri bijih besi. Jadi yang kita harapkan ekosistem jangka panjangnya akan kita bentuk. Kita akan bangga dengan produk sendiri. Kita bina insan-insan yang punya kemampuan,” tambahnya.

Sementara itu, hingga 27 Juli 2023, tercatat 4.578 pemohon konversi yang mendaftar melalui platform digital. Secara statistik, 94 persen berlokasi di Jawa. Kegiatan Gelar Konversi Sepeda Motor Listrik Perdana akan mengonversi sepeda motor BBM menjadi sepeda motor listrik sebanyak 100 unit.

Jumlah bengkel yang berpartisipasi dalam kegiatan ini sebanyak 7 bengkel dari total 24 bengkel konversi bersertifikat. Diharapkan pada akhir Agustus 2023, seluruh motor selesai dalam proses konversi, proses uji dan perubahan surat kendaraan.

Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *