Hardnews

Cabul ke Anak TK, Siswa SMP di Ciracas Terancam 15 Tahun Penjara

Polisi menetapkan SH sebagai tersangka setelah mendapatkan bukti berupa hasil visum et repertum terhadap PA yang dilakukan oleh tim dokter di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.
Murid SMP di Ciracas Menodong Anak Taman Kanak-kanak di Pinggir Sungai, Dihukum dengan Hukuman Penjara Lama karena Terungkap Alasan yang Mengejutkan

MILEZONE.ID – SH, siswa SMP di Ciracas, Jakarta Timur yang dituduh melakukan tindakan cabul terhadap murid Taman Kanak-kanak berinisial PA (6) di pinggir kali akhirnya resmi menjadi tersangka. Akibat perbuatannya yang cabul tersebut, remaja berusia 14 tahun tersebut berpotensi mendapatkan hukuman penjara selama belasan tahun.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, mengatakan bahwa pelaku dikenakan Pasal 76 E juncto 82 UU nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara antara 5 hingga 15 tahun. Hal ini dikutip dari sumber berita Antara pada Kamis (25/1).

Kasus ini terungkap setelah video aksi cabul SH terhadap korban viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di pinggir Kali Cipinang di Jalan Bulak Ringin, Kelurahan Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur pada Selasa (23/1) sekitar pukul 16.00 WIB.

Polisi menetapkan SH sebagai tersangka setelah mendapatkan bukti berupa hasil visum et repertum terhadap PA yang dilakukan oleh tim dokter di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Setelah resmi menjadi tersangka, terungkaplah motif yang mendorong SH untuk melakukan tindakan cabul tersebut di pinggir kali. Pelaku yang masih berusia remaja tersebut diduga telah mengancam akan melakukan kekerasan terhadap korban jika ia melaporkan kejadian tersebut kepada orang tua. Akibat ancaman tersebut, polisi berencana memberikan pendampingan trauma healing kepada korban.

Kapolres menyatakan bahwa korban telah diancam akan dipukuli jika ia melaporkan kejadian tersebut kepada orang tua. Untuk itu, korban telah diberikan pendampingan psikologis dari UPT Kementerian Sosial untuk membantu memulihkan traumanya.

Pelaku yang masih berusia di bawah 18 tahun telah ditahan di Mapolres Metro Jakarta Timur, namun karena masih di bawah umur, ia kemudian diserahkan ke Sentra Handayani Cipayung, Jakarta Timur. Kapolres juga menegaskan bahwa pelaku akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku terhadap anak yang berhadapan dengan hukum.

Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *