Teknologi

Alasan Samsung Pakai Snapdragon Gen 3 dan Exynos 2400 di Seri Galaxy S24

Seri Snapdragon Gen 3 dan Exynos 2400 Terpilih sebagai Pilihan Tertinggi Samsung Galaxy S24 karena Alasan yang Menarik Ini.

MILEZONE.ID – Samsung Electronics Indonesia telah memutuskan untuk menggunakan dua jenis chipset yang berbeda pada jajaran HP flagship mereka, yaitu Samsung Galaxy S24 Ultra, Galaxy S24+, dan Galaxy S24. Hal ini merupakan kali pertama bagi Samsung Indonesia untuk menggunakan chipset yang berbeda di lini produk Galaxy S.

Sebelumnya, Samsung Indonesia selalu menggunakan chipset yang sama di semua lini produk Galaxy S. Contohnya, pada Galaxy S20, mereka menggunakan chipset Exynos 990 untuk pasar Indonesia. Hal yang sama juga dilakukan pada Galaxy S21 yang menggunakan chipset Exynos 2100.

Namun, pada Galaxy S22, Samsung memilih untuk menggunakan chipset Snapdragon 8 Gen 1 daripada Exynos 2200. Ini merupakan kali pertama dalam beberapa tahun terakhir bahwa Indonesia mendapatkan versi Galaxy S series dengan chipset Exynos.

Pada Galaxy S23, Samsung kembali menggunakan chipset Snapdragon 8 Gen 2 yang merupakan prosesor HP paling premium dari Qualcomm saat ini. Kemudian, pada Galaxy S24, Samsung memutuskan untuk menggunakan dua jenis chipset sekaligus.

Untuk Galaxy S24 Ultra, Samsung menggunakan chipset Snapdragon 8 Gen 3 for Galaxy yang dirancang khusus oleh Qualcomm untuk mengoptimalkan Generative AI. Sedangkan Galaxy S24+ dan Galaxy S24 menggunakan chipset Exynos 2400.

Verry Octavianus, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menyatakan bahwa pengguna tidak perlu khawatir karena semua varian HP akan mendapatkan fitur Galaxy AI yang sama. Dengan kata lain, tidak ada perbedaan fitur AI di antara Galaxy S24 Ultra, S24+, dan S24.

Namun, mengapa Samsung memutuskan untuk menggunakan dua jenis chipset yang berbeda? Menurut Verry, ada dua alasan di balik keputusan tersebut. Pertama, karena permintaan dari konsumen. Ada yang lebih menyukai chipset Snapdragon, sedangkan ada juga yang lebih menyukai chipset Exynos. Dengan menggunakan dua pilihan chipset, Samsung dapat memenuhi kebutuhan konsumen yang berbeda.

Alasan kedua adalah ketersediaan chip di Asia Tenggara. Samsung memutuskan untuk menggunakan dua jenis chipset yang berbeda di wilayah Indonesia karena hal ini merupakan strategi yang mereka ambil untuk tahun ini.

Verry juga menyebut bahwa pihaknya sangat mendengarkan permintaan konsumen. Salah satu contohnya adalah keputusan untuk tidak lagi menggunakan memori 128 GB. Semua varian Galaxy S24 series sekarang menggunakan memori minimum 256 GB karena permintaan dari konsumen. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa konsumen merasa nyaman dengan produk yang mereka beli.

Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *