Lifestyle

3 Jenis Biopsi untuk Menentukan Stadium Kanker Payudara dan Harapan Hidup Pasien.

Memahami Tiga Jenis Pemeriksaan Biopsi untuk Mengetahui Tingkat Kanker Payudara dan Harapan Hidup Pasien.

MILEZONE.ID – Banyak orang takut memeriksa kanker payudara ke dokter, karena khawatir saat biopsi bisa mempercepat penyebaran sel kanker, padahal itu hanya mitos belaka loh. Pertanyaan yang muncul, bagaimana cara mendiagnosis kanker payudara?

Dijelaskan Praktisi Bedah Onkologi dr. Rachmawati, SpB.Onk(K), proses medis untuk memastikan jenis kanker payudara yang awali dengan proses biopsi jaringan. Terdapat tiga jenis biopsi untuk memeriksa kanker payudara, di antaranya yaitu Biopsi Jarum Halus (FNA), Biopsi Ambil Jaringan Tumor, dan Biopsi Terbuka Melalui Operasi.

Fine Needle Aspiration (FNA) Biopsy, sesuai namanya, ‘biopsi jarum halus’ ini menggunakan jarum kecil yang dimasukkan ke dalam area yang dicurigai. Jarum tersebut digunakan untuk mengambil cairan atau sel untuk dianalisis. Namun, biopsi ini tidak dianjurkan lagi karena akurasinya rendah dan hanya bisa menentukan tumor jinak atau ganas, tidak bisa menentukan subtipenya.

Sedangkan Core Needle Biopsy (CNB) menggunakan jarum yang lebih besar sehingga bisa mengambil jaringan tumor dari area yang dicurigai. Sampel jaringan berbentuk silinder sesuai potongan jarumnya. Praktisi Bedah Onkologi menyarankan biopsi ini karena dengan sayatan kecil, biasanya hanya 3 milimeter, kita bisa mendapatkan jaringan tumornya dengan lebih akurat.

Adapun untuk kondisi tertentu ketika hasil pemeriksaan dengan needle biopsy dianggap tidak mencukupi, dokter dapat melakukan open biopsy atau disebut juga surgical biopsy. Sayatan tentunya lebih besar dibanding needle biopsy sehingga pasien lebih merasakan nyeri. Ada dua jenis open biopsy yakni biopsi insisi dan biopsi eksisi, yang sering harus dilakukan di kamar operasi.

Setelah proses biopsi, tidak berhenti begitu saja. Jika benar sel kanker yang ditemukan dipastikan kanker, maka dokter akan langsung lakukan pemeriksaan laboratorium untuk menentukan stadium kanker payudara. Penentuan stadium kanker payudara ini disebut staging yang terdiri dari stadium 1 hingga 4.

Stadium paling awal kanker payudara dinyatakan sebagai stadium 0 (carcinoma in situ) dan masih dikategorikan sebagai kanker non-invasif. Setelah diketahui bahwa seseorang menderita kanker, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang yang berhubungan dengan kanker payudara, seperti rontgen dada, USG abdomen/perut, maupun bone scan bila sudah ada kecurigaan penyebaran ke tulang, kita akan melakukan pemeriksaan bone scan. Atau untuk lebih akurat lagi, bisa dilakukan pemeriksaan CT Scan atau PET Scan.

Berikut ini rincian sederhana tingkatan stadium kanker payudara yang perlu diketahui: Stadium 1: Ukuran tumor masih di bawah 2 centimeter dan belum ada persebaran ke kelenjar getah bening. Masih dikategorikan sebagai stadium awal. Stadium 1 memiliki subkategori 1A dan 1B; Stadium 2: Ukuran tumor 2-5 centimeter, sudah ada persebaran ke kelenjar bening ketiak. Sama seperti stadium 1, pada stadium 2 juga dikenal subkategori 2A dan 2B; Stadium 3: Ukuran tumor lebih dari 5 centimeter, sudah ada persebaran ke kelenjar bening ketiak dan/atau leher. Stadium 3 memiliki tiga subkategori yakni 3A, 3B, dan 3C; dan Stadium 4: Ukuran tumor berapapun, sudah ada persebaran ke organ jauh. Paling sering ke tulang, hati, atau paru, dan yang paling jarang adalah persebaran ke otak.

“Stadium 1 angka harapan hidupnya bisa sampai di atas 90 persen, kalau stadium 4 sudah makin berkurang hingga 20 persen,” pungkas dr. Rachmawati.

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *