Hardnews

Warga minta pemerintah menutup total aktivitas Pembuangan Sampah Ilegal diTanggul muara baru

Jakarta,Milezone.id – Warga Kampung Pojok Mura Baru, RT 20 RW 17, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, mengeluhkan pembuangan sampah ilegal berkedok pengurukan Tanggul Muara di lingkungan permukiman mereka.Aktivitas tersebut dinilai sangat mengganggu dan menimbulkan berbagai dampak negatif bagi warga.

 

Salah satu warga setempat, Nurkim(51) mengatakan keberadaan sampah yang dibuang secara ilegal di sekitar tanggul muara baru sudah sangat meresahkan. Ia menyebut kondisi lingkungan yang sebelumnya bersih kini berubah drastis dalam beberapa bulan terakhir.

 

“Jelas sangat terganggu. Sebelum ada pembuangan sampah ini, air di sini bersih dan bening. Anak-anak bahkan bisa berenang, burung camar juga banyak. Sekarang kondisinya sudah sangat berbeda,” kata Nurkim saat di wawancara pada Rabu(21/01/2026)

 

Menurutnya, sampah-sampah tersebut bukan berasal dari warga setempat, melainkan didatangkan dari luar wilayah dan dibuang di area RT 20 RW 17. Akibatnya, warga harus menanggung dampak langsung berupa bau menyengat, meningkatnya jumlah lalat dan nyamuk, serta kekhawatiran akan munculnya berbagai penyakit.

 

“Baunya itu sangat menyengat, lalat banyak, nyamuk juga semakin banyak. Kami juga takut dampak ke depannya, seperti tanggul jebol akibat pengurukan ilegal dan timbulnya penyakit,” ujarnya.

 

Nurkim juga mengungkapkan bahwa warga kerap melihat truk-truk pengangkut sampah yang membuang muatan mereka di lokasi tersebut. Bahkan, warga mengaku memiliki dokumentasi foto terkait aktivitas pembuangan sampah ilegal tersebut.

 

“Sering kami lihat truk-truk bawa sampah dan dibuang di sekitar sini. Kami juga punya foto-fotonya,” katanya.

 

Terkait pihak yang menjaga lokasi pembuangan, Nurkim mengaku warga tidak mengetahui secara pasti. Namun, ia menyebut penjagaan diduga dilakukan oleh oknum preman.

 

Upaya protes sebenarnya telah dilakukan warga sejak awal. Ketua RT setempat sempat menyampaikan keberatan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pembuangan sampah tersebut. Namun, protes itu berujung pada intimidasi dan ancaman.

 

“Awalnya kami semua protes, Pak RT juga sempat menegur. Tapi akhirnya mendapat intimidasi dan ancaman. Karena itu warga jadi takut.

 

“Jujur saja kami takut, tapi kalau dibiarkan risikonya juga kami yang menanggung,” tutur Nurkim.

 

Warga pun berharap pemerintah segera turun tangan dan menutup total aktivitas pembuangan sampah ilegal yang berkedok pengurukan di wilayah tersebut.

 

“Keinginan kami sederhana, pemerintah bisa menutup total pembuangan sampah dan pengurukan di sini. Dampaknya ke depan sangat tidak baik kalau terus dibiarkan,” pungkas Nurkim.(Kin).

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *