Hardnews

Satpol PP Jakut Amankan 3 PSK di Gang Royal Penjaringan

Jakarta,Milezone.id-Laporan Aduan masyarakat terkait kembali beraktivitasnya prostitusi illegal yang meresahkan masyarakat di Gang Royal Rw.13,Penjaringan,ditindak lanjuti dan direspon cepat petugas satpol pp kecamatan Penjaringan,Jakarta Utara,dengan langsung mengelar razia di kawasan tersebut.

25 personil anggota satuan polisi pamong praja yang dipimpin kasatpol pp penjaringan,Selvi Rachmawati didampingi Syamsuri,Dantim Satpol pp penjaringan langsung mendatangi lokasi prostitusi Gang royal tersebut.

“Kami melakukan operasi, karena memang men-tl(tindak lanjuti) pengaduan dari masyarakat yang dinyatakan dalam laporannya tersebut bahwa kemarin kan memang ada operasi dari jakarta barat.nah, imbas dari operasi itu, para wanita tuna susila ini,lari ke wilayah kami, ke penjaringan.nah, disana ternyata pas teman-teman anggota turun ke lapangan, betul ditemukan ada tiga perempuan,” kata Selvi Rachmawati kasatpol pp kecamatan penjaringan,saat di wawancara,Sabtu malam,19 Oktober 2025.

Pada penyisiran di kawasan Prostitusi Gang royal yang pernah di tertibkan dan diratakan pada tahun,2023 silam itupetugas satpol pp membongkar bilik asmara yang berada di pinggir rel kereta Api dan mendapati 3 wanita yang diduga pekerja sex saat berada dalam kamar bersama pria hidung belang pelanggannya.

“Dalam razia ini,didapati 3 wanita psk berada dalam kamar bersama pria hidung belang pelanggannya,satu orang wanita dengan seorang laki-laki, dan dua orang wanita lainya dengan satu laki-laki.jadi ditemukan tiga wanita yang memang pekerja komersial.” Ujar selvi.

Salah satu wanita berinisial MU (39) yang diamankan dan pernah terjaring serta baru keluar dari panti sosial kedoya dua bulan lalu menangis ketika mengetahui dirinya akan kembali di kirim petugas ke panti.

Sementara itu wanita lainnya berinisial ARP menanggis histeris hingga memukul mukanya sendiri saat di gelandang menuju mobil sudin sosial saat akan di bawa ke panti sosial Cipayung,Jakarta Timur.

Selvi,mengungkapkan dalam operasi penyakit masyarakat ini pihaknya sempat mendapat perlawanan dan juga ancaman sajam dari preman dilokasi prostitusi gang royal tersebut.

“Memang ada perlawanan.dari pihak sana(preman), ada yang bawa senjata tajam berupa parang.tadi teman-teman melaporkan. nah, tapi alhamdulillah kita sudah bisa sampai ke kantor dengan selamat.” Pungkas Selvi.(KIN)

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *