Hardnews

H-7 Lebaran, Arus Mudik di Terminal Kalideres Mulai Meningkat

Jakarta,Milezone.id – Arus mudik Lebaran mulai terlihat di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, pada Sabtu (14/3/2026) atau H-7 menjelang Hari Raya Idul Fitri. Jumlah penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) dilaporkan mengalami peningkatan setiap harinya.

Kepala Terminal Kalideres, Nur Prasetyo, mengatakan lonjakan penumpang terjadi sekitar 10 hingga 20 persen setiap hari dibandingkan dengan hari sebelumnya.

“Memang setiap hari terjadi lonjakan penumpang, sekitar 10 sampai 20 persen dibanding hari sebelumnya. Kemarin tercatat ada 112 bus yang berangkat dengan jumlah penumpang mencapai 1.484 orang,” kata Nurprasetyo,saat dikonfirmasi pada Sabtu (14/03/2026).

Ia memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada beberapa tanggal, yakni 13–14 Maret serta 17–18 Maret 2026.

Selain lonjakan penumpang, menjelang musim mudik Lebaran juga terjadi kenaikan harga tiket bus. Besaran kenaikan bervariasi tergantung tanggal keberangkatan.

Menurutnya, pada periode 10 hingga 13 Maret terjadi kenaikan tarif sekitar 20 persen. Sementara pada 14 hingga 15 Maret kenaikan mencapai 50 persen. Adapun pada 16 hingga 19 Maret diperkirakan harga tiket bisa meningkat hingga 100 persen.

 

Untuk menjamin keamanan dan kesehatan penumpang, pihak terminal juga menyiapkan posko kesehatan yang bekerja sama dengan puskesmas di wilayah Jakarta Barat serta Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP).Petugas dari BNNP akan melakukan tes urin kepada para pengemudi bus guna memastikan tidak ada sopir yang mengonsumsi narkotika.

“Apabila ada pengemudi yang kedapatan positif menggunakan narkotika, maka akan diberhentikan sementara dan tidak diperbolehkan mengemudikan kendaraan. Namun sejauh ini alhamdulillah tidak ada yang positif selama tes urin,” ujarnya.

Selain itu, petugas puskesmas juga melakukan pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi maupun penumpang, seperti tes tekanan darah, gula darah, serta pemeriksaan penyakit lainnya. Jika ditemukan kondisi kesehatan tertentu, petugas akan memberikan penanganan atau pengobatan.

Di sisi lain, pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check juga dilakukan oleh petugas dari UPPKB Kedaung Kaliangke. Pemeriksaan meliputi tiga aspek, yakni administrasi kendaraan, unsur teknis utama, serta unsur teknis tambahan.

Unsur teknis tambahan tersebut di antaranya meliputi palu pemecah kaca, alat pemadam api ringan (APAR), kotak P3K, dan perlengkapan keselamatan lainnya.Beberapa bus ditemukan memiliki kekurangan kecil atau bersifat minor, seperti lampu yang mati di salah satu sisi, tidak adanya palu pemecah kaca, atau kotak P3K yang kosong.

“Kekurangan yang sifatnya minor masih bisa ditoleransi, namun sebelum bus diberangkatkan harus dilengkapi terlebih dahulu,” jelasnya.

Berdasarkan data terminal, tujuan penumpang mudik dari Terminal Kalideres didominasi wilayah Jawa Tengah sebesar 40,1 persen. Disusul Jawa Barat 19,1 persen, Banten 10,3 persen, dan Jawa Timur 10,3 persen.

Sementara untuk tujuan Pulau Sumatera, penumpang paling banyak menuju Sumatera Selatan sebesar 8,8 persen, Lampung 6,9 persen, dan Sumatera Barat 4,1 persen.

Nur Prasetyo Kepala Terminal Kali Deres juga mengimbau masyarakat yang akan mudik agar memastikan keamanan rumah sebelum ditinggalkan, seperti mengunci pintu dan memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman.

Selain itu, pemudik diingatkan untuk menggunakan transportasi resmi yang telah mendapatkan izin pemerintah serta naik dan turun penumpang di dalam area terminal. Penumpang juga diminta membeli tiket bus di loket resmi yang tersedia di terminal.(Khairul).

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *