Hardnews

Perkuat Ketahanan Pangan Kemenimipas Gandeng LPER berdayakan warga binaan di sektor peternakan

Jakarta,Milezone.id – Kementerian lmigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat ( LPER) untuk memberdayakan warga binaan di sektor peternakan.

Langkah ini merupakan inisiatif besar Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Jenderal Polisi (Purn) Agus Andrianto, guna mendukung program ketahanan pangan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tersebut dilaksanakan di kawasan Kemang Jakarta Selatan,pada Senin (06/04/2026).

Menteri Agus Andrianto menegaskan bahwa optimalisasi lahan lapas merupakan respon cepat terhadap arahan Presiden terkait situasi global yang tidak menentu. Menurutnya, konflik Rusia-Ukraina yang berlarut hingga ketegangan di Timur Tengah menuntut Indonesia untuk berada dalam “mode bertahan” (survival mode).

‘Pak Presiden menyampaikan kepada kami kita bekerja dalam survival mode. Mode pertahan di tengah krisis pangan dan energi Ketahanan pangan adalah modal dasar jika negara mau maju,” ujar Agus Andrianto.

la menceritakan pengalamannya saat meninjau Nusa Kambangan yang memiliki lahan seluas 12 ribu hektar namun tidak dimanfaatkan.

“ini kenapa tidak dimanfaatkan,Maka kita dorong untuk ketahanan pangan,” tambah Agus.

Kerja sama Ketahanan Pangan kemenimipas ini melibatkan Direktorat Jendera Pemasyarakatan (Ditjenpas) dan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian. Fokus utamanya adalah membekali 272.000 warga binaan di seluruh Indonesia dengan keahlian peternakan ayam petelur dan pedaging.

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas),Irjen Pol Mashudi, mewakili Kemenimipas,memaparkan potensi ekonomi yang besar dari program ini.Dengan Target mencakup 523 Lapas dan Rutan dimana Kebutuhan Internal Rata-rata konsumsi telur warga binaan mencapai 18 butir per orang per bulan,Selain untuk mencukupi kebutuhan bahan makanan (Bama) internal, hasil produksi juga akan diarahkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta dipasarkan ke masyarakat.

“Kita ingin menciptakan ekosistem dari hulu ke hilir. Harapannya, saat bebas nanti, warga binaan diterima masyarakat dengan bekal keahlian nyata,” tegas Ditjenpas Irjen Pol.Mashudi.

Sementara itu,Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menyambut baik kolaborasi ini. la menyatakan kesiapan pihaknya untuk mengawal aspek teknis dan kompetensi warga binaan.

“Kami sangat berkepentingan bagi berkembangnya usaha peternakan di manapun, termasuk di Lapas. Kami jadikan LPER sebagai mitra strategis untuk membangun kelompok usaha yang berkelanjutan,” kata Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan,Agung Suganda.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Koperasi LPER, Mulyadi Atma, menegaskan komitmennya di 17 provinsi untuk memberikan pembinaan teknis.

“Konsep kami adalah pemberdayaan agar mereka mandiri secara ekonomi dan punya modal usaha saat kembali ke masyarakat,” Ujar Ketua Umum Koperasi LPER, Mulyadi Atma.

Program ini menandai transformasi bersejarah bagi Lapas di Indonesia. Di bawah arahan Menteri Agus Andrianto, Lapas kini tidak lagi hanya menjadi tempat pembinaan narapidana,tetapi bertransformasi menjadi pusat produksi ekonomi yang berkontribusi langsung pada kedaulatan pangan bangsa.(Khairul).

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *