Hardnews

Pasar Induk Kramat Jati Berbenah, Hadirkan 9 RTH dan Siap Jadi Destinasi Wisata Kota

Jakarta — Pasar Induk Kramat Jati kini tengah berbenah besar-besaran. Melalui program pembenahan yang digagas Perumda Pasar Jaya, pasar yang dikenal sebagai pusat distribusi sayur dan buah terbesar di Jakarta ini, akan tampil lebih aman, nyaman, dan modern tanpa meninggalkan nuansa tradisionalnya.

Direktur Utama PD Pasar Jaya, Agus Himawan menjelaskan bahwa salah satu fokus utama pembenahan adalah penataan pedagang kaki lima (PKL) dan peremajaan ruang publik di area pasar.

“Kami ingin memperbaiki pasar dan menyajikan lingkungan yang aman, nyaman, dan tenteram. Salah satu langkahnya dengan menata PKL di sekitar pasar serta memperbaiki ruang publik yang ada,” ujar Agus.

Selain penataan area dagang, Pasar Induk Kramat Jati juga sedang mengembangkan sembilan titik ruang terbuka hijau yang akan dijadikan taman. Upaya ini merupakan bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperluas ruang terbuka hijau (RTH) di tengah meningkatnya polusi udara ibu kota.

“Ada sembilan titik lokasi yang akan kami aktifkan kembali sebagai taman. Kami juga menggandeng sejumlah perbankan untuk menyalurkan CSR mereka dalam pembangunan taman-taman ini,” tambahnya.

Taman-taman tersebut nantinya akan menjadi ruang interaksi antara pedagang, pengunjung, dan para stakeholder yang beraktivitas di lingkungan pasar.

Harapannya, pasar bukan hanya menjadi tempat bertransaksi, tetapi juga tempat yang menyenangkan untuk dikunjungi.

Lebih lanjut, Agus menyebut bahwa meski Pasar Induk Kramat Jati masih mempertahankan karakter tradisionalnya, ke depan pasar ini akan mengadopsi konsep modern dalam hal tata kelola dan fasilitas.

“Budayanya tetap tradisional, tapi struktur dan lingkungannya harus modern. Kita ingin menyesuaikan dengan perkembangan Jakarta yang terus berubah,” jelasnya.

Pasar Induk Kramat Jati juga diharapkan dapat berkembang menjadi objek destinasi wisata di Jakarta Timur. Dengan suasana yang lebih tertata dan adanya area hijau, pengunjung bisa merasakan pengalaman berbelanja yang nyaman sekaligus menikmati suasana pasar yang hidup.

Agus pun mengajak semua pihak untuk ikut menjaga hasil pembenahan ini.

“Pasar ini tidak akan bisa bagus kalau hanya kami yang menjaga. Semua yang beraktivitas di sini harus punya rasa memiliki terhadap pasar ini,” ujarnya.

Ia berharap, perubahan yang sedang dilakukan bisa dirasakan langsung oleh para pedagang dan pengunjung.

“Kalau mereka merasa nyaman dan tenang, itulah apresiasi yang paling nyata bagi kami,” tutup Agus.

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *