Jakarta,Milezone.id – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mendesak BGN untuk men-stop atau mengevaluasi izin Dapur SPPG,dalam kasus mobil pengangkut MBG yang menabrak kerumunan murid dan guru di SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara.
Desakan tersebut disampaikan Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Agustinus Sirait, usai menjenguk para korban yang tengah dirawat di RSUD Koja. Ia menegaskan, insiden yang melukai 21 murid dan seorang guru itu tidak bisa dipandang sebagai kecelakaan lalu lintas biasa.
Menurut Agustinus, peristiwa mobil MBG menabrak murid SD di Cilincing merupakan bentuk kelalaian sistemik yang menghilangkan hak keselamatan anak di lingkungan sekolah.
Komnas Perlindungan Anak meminta Polres Metro Jakarta Utara menegakkan hukum secara tegas dan menelusuri tanggung jawab pihak korporasi, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN) selaku penyedia layanan MBG.
Kami meminta pertanggungjawaban BGN untuk men-stop, misalnya, izin dari dapur MBG,Driver ini menjadi perhatian yang penting,apakah dia sudah lulus seleksi,Kita enggak boleh main-main tentang anak-anak,beberapa kasus keracunan sebelumnya sudah terjadi,dan ini menambah daftar catatan untuk MBG.,” kata Agustinus,dalam keterangan persnya di Rsud koja,Jumat(12/12/2025)
Komnas PA juga mendesak evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) pengemudi, termasuk proses seleksi dan kelayakan sopir pengganti yang diduga mengemudikan kendaraan saat kejadian.
Komnas Perlindungan Anak mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menjamin pembiayaan perawatan seluruh korban. Apresiasi juga disampaikan kepada RSUD Koja dan RSUD Cilincing atas penanganan cepat, termasuk penempatan korban dalam satu ruangan untuk mengurangi trauma.
Selain perawatan medis, Komnas PA menyiapkan layanan trauma healing bagi seluruh korban, baik yang masih dirawat di rumah sakit maupun yang telah kembali ke sekolah.
Ketua Komnas Perlindungan Anak DKI Jakarta, Cornelia Agatha, menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah pemulihan fisik dan mental anak-anak korban agar dapat kembali bersekolah tanpa rasa takut.
Komnas PA memastikan akan terus memantau proses penanganan dan pemenuhan hak anak dalam kasus mobil MBG tabrak murid SDN Kalibaru 01.
Hingga kini, sembilan korban masih menjalani perawatan di RSUD Koja, termasuk seorang guru dan dua murid yang dirawat di ruang PICU. Salah satu murid telah menjalani operasi wajah, sementara satu korban lainnya masih dalam perawatan intensif.
Di RSUD Cilincing, tercatat tiga korban masih dirawat. Guru yang menjadi korban dijadwalkan menjalani operasi pemasangan pen pada kaki. Guru tersebut merupakan wali kelas 4 dan berada di barisan murid saat insiden terjadi.
Sebagian besar korban merupakan murid kelas 3 dan 4 SDN Kalibaru 01, sesuai dengan barisan yang terkena langsung hantaman mobil.(KIN).






