Teknologi

Siap Bersaing dengan TSMC dan Samsung, Intel-Ericsson Kolaborasi Garap Chipset 5G

Intel-Ericsson Kolaborasi Garap Chipset 5G

MILEZONE.ID – Intel berkolaborasi dengan Ericsson membuat chipset 5G menggunakan metode produksi mutakhir milik intel.

Sinergi kedua perusahaan itu bertujuan untuk bersaing dengan kompetitor. Demikian dilansir dari Gizmochina, Rabu (26/7/2023).

Intel saat ini kalah bersaing dalam pembuatan chip. Meskipun, di pasaran banyak yang mengenal perusahaan berkat prosesor yang dipakai di komputer, namun Intel juga membuat chip untuk perusahaan lain.

Intel sesungguhnya telah menjadi pembuat chip terkemuka selama bertahun-tahun, sejak 1971 hingga 2021. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Intel tertinggal dari pesaingnya, seperti TSMC dan Samsung.

Dengan adanya kolaborasi dengan Ericsson, Intel ingin mengembalikan keadaan tersebut. Penyebab utama mengapa Intel bisa kalah dari TSMC dan Samsung karena perusahaan pesaingnya itu banyak berinvestasi dalam teknologi produksi yang baru.

Intel-Ericsson Kolaborasi Garap Chipset 5G
Belum ada banyak informasi mengenai kolaborasi antara Intel dan Ericsson dalam pembuatan chipset 5G. (Foto: Gizmochina)

Berkat teknologi produksi yang lebih baru, TSMC dan Samsung mampu membuat chip yang lebih kecil, lebih bertenaga dari segi performa, dan menggunakan lebih sedikit energi yang membuatnya hemat daya.

Namun, Intel sedang berupaya keras agar bisa bersaing karena selama beberapa tahun terakhir melakukan investasi dengan serius, baik dalam fasilitas produksi maupun akuisisi perusahaan, seperti akuisisi Tower Semiconductor.

Kini, investasinya telah terbayar dengan kesepakatan kolaborasi dengan Ericsson. Intel bersama Ericsson berencana mengembangkan chipset 5G khusus. Chip ini akan dibangun dengan teknologi Intel 18A dan rencananya akan digunakan di peralatan jaringan 5G Ericsson.

Diharapkan chipset 5G akan tersedia pada 2025. Chip yang dirancang ini dibuat guna memenuhi persyaratan khusus peralatan jaringan 5G. Ini termasuk melakukan tugas dengan cepat, hemat daya, serta dapat menyesuaikan dengan ukuran atau skala yang berbeda.

Chip ini juga harus bisa bekerja dengan banyak jenis standar 5G. Sayangnya, belum ada banyak informasi mengenai kolaborasi kedua perusahaan ini. Bahkan, apakah kesepakatan ini dapat mengubah banyak hal bagi Intel masih belum diketahui.

 

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *