Jakarta,Milezone.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menggencarkan operasi penangkapan ikan sapu-sapu di sejumlah wilayah sebagai langkah pemulihan ekosistem perairan. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Pramono Anung di kawasan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, Jumat (17/04/2026).
Operasi tersebut dilakukan karena populasi ikan sapu-sapu dinilai sudah sangat mendominasi perairan di Jakarta, bahkan mencapai 80 hingga 90 persen dari total biota air. Kondisi ini dianggap mengganggu keseimbangan ekosistem sungai dan saluran air.
“Keberadaan ikan sapu-sapu di sejumlah perairan Jakarta sudah sangat dominan, sehingga mengganggu kondisi ekosistem perairan,” ujar Pramono.
Selain mendominasi populasi, ikan sapu-sapu juga berpotensi merusak struktur bantaran sungai. Kebiasaannya menggali dasar dan pinggir sungai dinilai dapat merusak turap, mengganggu habitat alami, serta memperparah kerusakan lingkungan perairan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta dalam memperkuat pengerukan dan pembersihan sungai, sekaligus memperbaiki kualitas air. Operasi dilakukan serentak di lima wilayah, yakni Kelapa Gading Barat, Kali Anak TSI di Duri Kosambi Jakarta Barat, Kali Cideng Jakarta Pusat, Pintu Air Outlet Setu Babakan Jakarta Selatan, serta Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung Jakarta Timur.
Pemprov memastikan seluruh hasil tangkapan ikan sapu-sapu akan ditangani sesuai prosedur, yakni dimatikan dan dikubur secara higienis di lokasi khusus. Langkah ini dilakukan untuk mencegah ikan kembali ke perairan serta menghindari praktik jual beli.
Selain itu, ikan hasil tangkapan juga direncanakan dimanfaatkan sebagai kompos alami guna mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Pramono menegaskan, operasi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam memulihkan ekosistem perairan Jakarta, mulai dari penanganan cepat di lapangan hingga pengendalian populasi secara berkala dan perbaikan kualitas air secara menyeluruh.(Khairul)






