Hardnews

PT Timah dan Kemendukbangga/BKKBN Babel Bersinergi Tekan Stunting, Salurkan Bantuan Rp 27 Juta untuk 90 Keluarga Rentan

  1. Pangkalpinang, Milezone.id-KEMENDUKBANGGA/BKKBN- Dalam upaya menanggulangi stunting yang masih menjadi masalah besar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, PT Timah Tbk dan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah menjalin kerjasama erat.

 

Program kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi keluarga yang terdampak stunting, sekaligus mempercepat penurunan angka stunting yang ada di wilayah tersebut.

 

Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang didukung PT Timah Tbk melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 27 juta. Dana tersebut disalurkan kepada 90 keluarga yang membutuhkan, dengan prioritas utama untuk keluarga dengan anak-anak yang mengalami stunting.

 

Fazar Supriadi Sentosa, Kepala BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menekankan pentingnya kolaborasi ini untuk memastikan bahwa bantuan tepat sasaran dan dapat memberikan dampak positif yang maksimal.

 

“Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga yang mayoritas bekerja serabutan atau tidak memiliki pekerjaan tetap, yang seringkali kesulitan memenuhi kebutuhan gizi yang layak,” ujar Fazar.

 

Ini bukan pertama kalinya PT Timah berkontribusi dalam penurunan stunting di Bangka Belitung. Sebelumnya, perusahaan ini juga memberikan dukungan untuk program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) di Bangka Barat, dengan bantuan sebesar Rp 10 juta.

 

Bantuan tersebut digunakan untuk kegiatan Kemendukbangga/BKKBN dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penurunan angka stunting.

 

Program ini tidak hanya difokuskan pada pemberian makanan bergizi, tetapi juga pada pembenahan sarana sanitasi dan air bersih, yang juga berkontribusi besar terhadap masalah kesehatan masyarakat.

 

“Masih banyak rumah yang tidak memiliki fasilitas jamban yang layak dan akses terhadap air bersih. Ini adalah tantangan yang kami hadapi, dan kami akan terus berusaha untuk meningkatkan fasilitas dasar bagi masyarakat,” tambah Fazar.

 

Sebagai tambahan, Fazar juga mengungkapkan bahwa program 4G (Generasi Emas, Generasi Sehat, Generasi Cerdas, Generasi Berkarakter) yang dilaksanakan oleh BKKBN Babel sepanjang 2025 telah menunjukkan peningkatan signifikan.

 

Hingga Oktober 2025, menurut data yang dimiliki Perwakilan BKKBN Babel, capaian program 4G telah mencapai 96,67% dan diharapkan dapat mencapai 100% pada akhir tahun ini. “Capaian ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar akan pentingnya kesehatan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dalam mencegah stunting,” jelas Fazar.

 

Bangkai Belitung, terutama Kabupaten Belitung, menunjukkan hasil yang menggembirakan dengan melampaui target bantuan, yang mencapai 171% dari target yang ditetapkan.

 

Total bantuan yang disalurkan dalam program tersebut mencapai Rp 1,618 miliar, yang tentunya menjadi angka yang sangat signifikan untuk ukuran provinsi kecil seperti Bangka Belitung.

 

Bantuan ini diperuntukkan bagi lebih dari seribu keluarga yang terdaftar dalam program 4G, yang berfokus pada pemberian bantuan kepada ibu hamil, ibu menyusui, serta balita untuk memastikan mereka mendapatkan asupan gizi yang cukup dan tepat waktu.

 

Namun, meski ada capaian positif, angka stunting di beberapa kabupaten seperti Bangka Tengah dan Bangka Selatan masih menjadi tantangan besar. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, kedua kabupaten ini mengalami kenaikan angka stunting.

 

“Kami terus berupaya untuk menurunkan angka stunting di daerah-daerah tersebut, dan berharap hasil yang lebih baik dapat terlihat pada survei di tahun 2025,” ujar Fazar.

 

Melalui kerjasama yang kuat antara Kemendukbangga/BKKBN dan berbagai pihak, termasuk kejaksaan negeri, BKKBN Babel berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya pengentasan stunting di seluruh wilayah Bangka Belitung.

 

Dalam beberapa kesempatan, jajaran BKKBN bersama kejaksaan telah mendatangi rumah-rumah masyarakat penerima bantuan untuk memastikan kondisi lingkungan dan kebutuhan dasar mereka, terutama masalah sanitasi dan air bersih.

 

Pengalaman ini memberikan banyak pelajaran berharga tentang kondisi nyata yang dihadapi masyarakat di lapangan.

 

Dari upaya tersebut, BKKBN Babel berharap dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh provinsi Bangka Belitung, sambil terus berfokus pada penurunan angka stunting yang menjadi prioritas utama dalam upaya pembangunan kesehatan keluarga.*

 

Penulis: Hesti

Foto: BKKBN Ba

bel

Editor: Humas/Media Center Pusat*

 

 

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *