Jakarta,Milezone.id— Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN terus memperkuat upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) melalui pendekatan berbasis keluarga dan kolaborasi lintas sektor. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, S.Sos., saat menerima audiensi _Population Services International_ (PSI) di Kantor Kemendukbangga/BKKBN, Selasa (19/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Wamen Isyana menegaskan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus memperkuat intervensi kesehatan keluarga, salah satunya melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut tidak hanya menyasar anak-anak, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, serta balita non-PAUD. “Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak, tetapi juga bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD,” ujar Wamen Isyana.
Menurutnya, intervensi gizi menjadi bagian penting dalam upaya menurunkan AKI dan meningkatkan kualitas kesehatan keluarga Indonesia. Pemerintah juga terus mendorong pendekatan yang lebih komprehensif melalui edukasi kesehatan, pendampingan keluarga, serta pelibatan tokoh agama dan tokoh masyarakat agar pesan kesehatan lebih mudah diterima di tingkat keluarga.
Wamen Isyana menekankan bahwa keberhasilan program kesehatan keluarga juga bergantung pada kemampuan para pendamping dan kader di lapangan dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat secara efektif. “Pelatihan peningkatan kapasitas menjadi penting, terutama dengan cara dan alat yang lebih menarik,” ungkapnya.
Kemendukbangga/BKKBN saat ini menggerakkan sekitar 200 ribu Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang berperan sebagai garda terdepan dalam mendampingi keluarga di tingkat lapangan. Keberadaan TPK dinilai strategis untuk mendorong berbagai intervensi pemerintah dapat menjangkau masyarakat secara langsung. “Ini adalah ujung tombak bagaimana program-program pemerintah dan program Presiden dapat mencapai keluarga, yang nantinya akan berpengaruh pada kehidupan bangsa Indonesia,” ujar Wamen Isyana.
Melalui kolaborasi bersama PSI, Kemendukbangga/BKKBN juga mendorong penguatan kapasitas kader dan pendamping keluarga, termasuk dalam komunikasi perubahan perilaku, edukasi kesehatan ibu dan anak, serta pemanfaatan data lapangan untuk mendukung layanan yang lebih tepat sasaran.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung pencapaian _Sustainable Development Goals_ (SDGs) 2030, khususnya pada peningkatan kesehatan ibu dan anak serta pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan untuk Indonesia Emas 2045.(Red)






