Langkat, Sumatera Utara (5/5),Milezone.id – Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali digelar sebagai upaya memperkuat pemahaman masyarakat terkait pentingnya pemenuhan gizi, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan. Kegiatan sosialisasi kali ini berlangsung di Lapangan Sekolah Yaspen, Desa Pematang Tengah, Kecamatan Tanjung Pura, Langkat, Selasa, (5/5).
Sosialisasi program strategis nasional ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Delia Pratiwi Sitepu, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), unsur pemerintah setempat dan dihadiri oleh ratusan peserta yang sudah menantikan sejak lama program MBG.
Dalam kesempatan tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI, Delia Pratiwi Sitepu menegaskan bahwa persoalan gizi masih menjadi tantangan serius yang harus dihadapi bersama. Ia menyoroti masih adanya kasus stunting dan anemia pada anak-anak dan remaja yang berpotensi menghambat kualitas generasi masa depan.
“Kita semua memahami bahwa gizi adalah fondasi bagi masa depan bangsa. Anak-anak kita adalah generasi penerus, calon pemimpin, dan penggerak pembangunan di masa depan. Namun realita yang masih kita hadapi hari ini menunjukkan bahwa masalah gizi masih menjadi tantangan besar bangsa ini,” ujar Delia.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar bantuan pangan, melainkan bagian dari komitmen negara dalam menjamin hak dasar masyarakat.
“Program makan bergizi gratis ini bukan sekadar memberikan makanan secara cuma-cuma, namun merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan hak dasar mereka, yaitu tumbuh sehat, kuat, dan cerdas,” tegasnya.
Menurut Delia, program ini juga menjadi langkah strategis dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Ia menyebutkan bahwa investasi pada kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi merupakan kunci utama kemajuan bangsa.
“Anak-anak yang sehat hari ini adalah pemimpin yang tangguh di masa depan. Karena itu, investasi terbesar bangsa bukan hanya pada infrastruktur fisik, tetapi pada pembangunan kualitas manusia,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan sinergi semua pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, hingga keluarga.
“Keberhasilan program ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan kerja sama semua pihak. Peran orang tua sangat penting dalam membentuk kebiasaan makan sehat, dan peran guru serta sekolah sangat vital dalam mendukung pelaksanaannya,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat serta mendukung pemenuhan gizi anak-anak sebagai langkah awal menuju bangsa yang kuat dan berdaya saing.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan pemahaman masyarakat semakin meningkat, sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari upaya bersama membangun generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas.(Red)






