Jakartq,Milezone.id-Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan kendaraan mengalami kecelakaan terperosok akibat jalan beda tinggi di Jalan Air Baja Inspeksi Kali Duri, Kelurahan Penjagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu malam,22 Oktober 2025,saat kondisi si kawasa terswbut hujan,Akibatnya, warga sekitar harus turun tangan untuk membantu evakuasi kendaraan yang terperosok.
Menurut Andi, seorang warga setempat, sudah puluhan kendaraan menjadi korban akibat kondisi jalan yang tidak rata ini. “Sering, namanya jalan dipaksain, jadi jatuh sebelah mobilnya, terperosok. Kalau jatuh, sekitar 50 lebih lah mobil yang sering jatuh,” Ujar Andi,Saat di wawancara Milezone.id.pada Jumat 24 Oktober 2025.
Warga mengaku sudah melaporkan kondisi jalan mangkrak ini ke berbagai pihak, mulai dari pemerintah kota, kelurahan, kecamatan, hingga Suku Dinas terkait. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut.
“Bukan sering protes lagi, udah jenuh, enggak ada yang ditanggapi, percuma. Kalau buat saya terserah pemerintah aja, dia peduli syukur, enggak juga yaudah. Habis kalau kita ke lurah, ke camat, percuma enggak ada jawaban, terserah dia,” kata Andi.
Sementara itu di temui di lokasi,Ketua RW 16, Eko Hariyanto, menjelaskan bahwa Jalan yang dibangun mengunakan dana CSR ini dibangun pada tahun 2014 zaman Gubernur Ahok,jalan yang dibangun sebelah -sebelah dan mangkrak ini merupakan jalur alternatif yang penting bagi warga.
“Dulu ini kan dibangunnya sebelah-sebelah, jadi sebelah sana dulu karena enggak ada halangannya apa-apa, terus begitu mau dibangun sebelah sini keburu Pak Ahoknya enggak jadi gubernur karena dengar-dengar jalanan ini dibiayai sama CSR bukan pemerintah, karena ini jalanan tembus ke By Walk Pluit apartment, sekarang kan mangkrak dan belum dibenahi,” ungkap Eko.
Eko menambahkan, jalan ini tetap digunakan warga meski kondisinya tidak ideal karena merupakan akses tembus ke Pluit dari arah Teluk Gong, Jembatan Tiga, dan Kapuk. Dampaknya, mobil yang melintas dari arah luar seringkali terperosok ke sisi kanan jalan.
Warga berharap agar jalan ini segera diperbaiki dan diratakan kembali. Namun, Eko menjelaskan bahwa ada dua kemungkinan yang menjadi pertimbangan. “Kalau enggak ditinggiin seperti ini dampaknya mobil banyak yang terperosok, tapi kalau ditinggiin juga dampaknya ke warga jadi rumahnya lebih rendah dari jalanan, karena tingginya 40 Cm, kalau panjang mungkin sekitar 500-an meter,” jelasnya.
“Jalan yang ditinggikan berfungsi untuk menahan air rob. Namun, jika ditinggikan, rumah warga akan lebih rendah dari jalan dan berpotensi terkena banjir saat hujan karena tidak ada got untuk pembuangan air. “Jadi plus dan minus,” Pungkas Eko.(KIN)






