MILEZONE.ID – Pemerintah didorong menyiapkan solusi jangka panjang berupa infrastruktur pangan.
Langkah ini guna mengantisipasi kemungkinan adanya krisis yang terjadi akibat dampak dari perubahan iklim. Apalagi saat ini ancaman krisis pangan sudah mulai terasa, terbukti dengan melonjaknya harga komoditas seperti beras dan gula.
Hal itu disampaikan Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani. Menurutnya, solusi impor komoditas pangan seperti beras dan gula merupakan solusi jangka pendek untuk menjaga ketahanan pangan.
“Krisis pangan menjadi isu yang mewajibkan adanya strategi jangka panjang, seperti menyiapkan infrastruktur pangan yang baik. Serta target pencapaian dalam jangka waktu tertentu guna mengurangi ketergantungan pangan impor,” kata Puan dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, dikutip Rabu (18/10/2023).
Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI ini menyoroti pernyataan Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization/FAO) yang memprediksi dunia akan mengalami ancaman krisis pangan pada 2050 akibat dampak perubahan iklim.
Puan mengatakan, perubahan iklim sudah sangat mengkhawatirkan dan menyebabkan berbagai sektor terancam, termasuk sektor pertanian.
“Dalam hal tata kelola pangan, Pemerintah saat ini masih berpegang pada misi ketahanan pangan. Seharusnya kita sudah mengacu pada kedaulatan pangan untuk menjaga sektor pangan di masa depan,” jelasnya.
“Kedaulatan pangan diperlukan agar rakyat bisa mandiri untuk memproduksi pangan serta bisa menetapkan sistem pertanian, peternakan dan perikanan sendiri,” tambah Puan.
Untuk terciptanya kedaulatan pangan, Puan menilai diperlukan sebuah inovasi dan terobosan dari Pemerintah seperti pemanfaatan keanekaragaman hayati, peningkatan budidaya pertanian, dan konsistensi pelaksanaan perlindungan lahan-lahan pertanian produktif.
“Pemerintah bisa melalui BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), mengembangkan penelitian bibit dan benih unggul di bidang pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan,” tukas Puan.






