Jakarta,Milezone.id – Kenaikan harga berbagai jenis plastik dan perlengkapan kemasan dikeluhkan para pedagang kecil di Jakarta Barat. Salah satunya dirasakan Lukman Hakim (42), pedagang Bubur Ayam Mas Thole di kawasan Angke, Tambora, yang mengaku biaya operasional usahanya meningkat akibat lonjakan harga bahan pembungkus makanan.
Lukman mengatakan hampir seluruh perlengkapan kemasan bubur mengalami kenaikan harga sejak lebaran idul fitri pada maret lalu,dalam beberapa waktu terakhir hingga akhir mei 2026 ini,Kondisi tersebut membuat pengeluaran hariannya bertambah, sementara ia tetap mempertahankan harga jual bubur demi menjaga pelanggan tetap.
“Sekarang harga plastik naik semua. Mau tidak mau pengeluaran jadi lebih besar,” ujar Lukman ditemui saat melayani pelanggan di gerobak bubur dagangannya di Jalan Angke, Kawasan Tambora, Jakarta Barat, Minggu (24/5/2026).
Menurutnya, kenaikan paling terasa terjadi pada plastik ukuran seperempat kilogram yang sebelumnya dibeli seharga Rp7 ribu per bungkus kini naik menjadi Rp11 ribu. Hal serupa juga terjadi pada plastik ukuran satu kilogram yang ikut melonjak dari Rp7 ribu menjadi Rp11 ribu.
Tidak hanya itu, harga kantong kresek kecil juga mengalami kenaikan dari Rp10 ribu menjadi Rp15 ribu. Sementara kantong kresek ukuran besar naik dari Rp6 ribu menjadi Rp9 ribu per bungkus.
Selain plastik, perlengkapan lain untuk membungkus bubur juga ikut terdampak. Harga styrofoam satu bal yang sebelumnya Rp35 ribu kini naik menjadi Rp45 ribu. Kemudian plastik tatakan bubur untuk wadah styrofoam ukuran 25×35 sentimeter juga melonjak dari Rp8.500 menjadi Rp14 ribu.
Meski biaya usaha terus meningkat, Lukman mengaku belum berani menaikkan harga bubur ayam yang dijualnya. Hingga kini, ia masih mempertahankan harga Rp10 ribu per porsi karena khawatir pelanggan beralih ke tempat lain apabila harga dinaikkan.
“Kalau harga bubur naik takut pelanggan kabur. Jadi sementara saya tetap jual Rp10 ribu,” katanya.
Pedagang yang akrab disapa Mas Thole itu mengaku kondisi tersebut cukup memberatkan bagi pelaku usaha kecil seperti dirinya.
Menurutnya, keuntungan yang diperoleh kini semakin menipis lantaran sebagian besar tambahan biaya harus ditanggung sendiri.
Ia berharap pemerintah dapat turun tangan untuk membantu menstabilkan harga bahan kebutuhan usaha, khususnya plastik dan perlengkapan kemasan makanan yang banyak digunakan pedagang kaki lima maupun usaha kecil menengah.
“Harapannya pemerintah bisa memperhatikan pedagang kecil seperti kami dan harga plastik bisa kembali stabil,” ucapnya.
Kenaikan harga bahan kemasan dinilai berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha kuliner skala kecil. Banyak pedagang terpaksa menekan keuntungan agar tetap bisa mempertahankan pelanggan di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.(Khairul)






